ads

Advertising

ads

Cara mengatasi murai macet

Burung berhenti berkicau atau macet bunyi bisa terjadi pada semua jenis burung kicauan, tidak terkecuali burung mahal yang satu ini yaitu murai batu. Namun terkadang kita masih cenderung membiarkan kondisi ini, dan hanya berharap suatu saat burungnya akan pulih seperti semula. tanpa kita obati
Tanpa kita sadari, burung dibiarkan dalam kondisi tersebut, burung akan mengalami massa macet bunyi yang cukup lama. Maka dari itu diperlukan penanganan khusus untuk burung burung yang macet bunyi termasuk Murai batu tersebut.

ada banyak faktor yang menyebabkan Murai batu kesayangan anda macet bunyi, antara lain :
- Burung memasuki masa mabung atau ganti bulu.

- Burung dalam kondisi kurang sehat atau terkena infeksi pada tenggorokannya, baik karena penyakit atau memakan serangga.

- Mengalami ganguan pernafasan yang biasa terjadi karena virus burung yang mengalami ganguan pernafasan akan cenderung diam,murung dan nafasnya berbeda dari biasanya saat sebelum macet

- Burung terinfeksi kutu atau tungau.

- Burung mengalami stres,stres ini terjadi karena beberapa faktor diantaranya, seperti kalah mental, sangkar terjatuh, pernah lepas, dan lain-lain.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kita perlu mengetahui apa penyebabnya. Karena hanya dengan mengenali penyebab itulah, kita bisa memberikan perawatan yang tepat.

1. Macet bunyi menjelang mabung
Jika macet bunyi terjadi akibat burung mabung, yang biasanya ditandai dengan rontok atau berjatuhannya beberapa bulu halus dan bulu ekornya, maka yang kita lakukan adalah memberikan perawatan mabung.

Baca Cara merawat Murai batu Mabung atau ganti bulu

2. Macet bunyi akibat gangguan pernafasan
Apabila macet bunyi terjadi akibat gangguan pernafasan, termasuk infeksi tungau pada kantung udara , maka yang harus dilakukan adalah mengobatinya.

3. Macet bunyi akibat infeksi kutu / tungau
Jika macet bunyi terjadi akibat infeksi atau serangan kutu dan tungau, burung biasanya akan lebih banyak diam, serta lebih asyik mematuki atau bahkan mencabuti bulu-bulunya sendiri.Murai batu yang terserang kutu / tungau bisa terlihat dari adanya bulu-bulu sayap yang nyerit atau rusak.

4. Macet bunyi akibat stres
Stres pada burung bisa disebabkan oleh poin 1-3 di atas. Namun yang paling sering dijumpai adalah murai batu mengalami stres akibat kalah mental, baik ketika ditrek, dilombakan, atau mendengar suara burung sejenis di rumah dalam waktu yang lama.
Selain itu, sangkar yang terjatuh juga bisa membuat murai batu kaget dan drop mental. Demikian pula burung yang pernah terlepas dari sangkarnya, kemudian tertangkap kembali, seringkali tidak bisa kembali ke performa terbaiknya.

Ada beberapa penanganan khusus yang bisa diterapkan di sini, antara lain :

A. Memberikan ketenangan pada burung
Murai batu yang stres harus dipisahkan dari burung sejenis atau burung lain yang memiliki suara kicauan cukup ramai dan keras.Burung bisa dipindahkan ke lokasi lain yang lebih tenang atau kita ciptakan ketenangan dengan mengkrodong burung tersebut.

B. Memberikan pakan full Extra Fooding
Selama masa penenangan, burung sebaiknya diberi pakan full extra fooding seperti kroto dan jangkrik. Untuk voer, sebaiknya pilihlah yang mengandung zat antistress dan banyak mengandung nutrisi.

C. Kurangi mandi dan penjemuran selama terapi
murai batu sebaiknya tidak dimandikan atau dijemur terlalu sering, cukup beberapa hari sekali, dengan porsi penjemuran yang tidak terlalu lama.

Baca juga :
Tips memilih murai batu yang baik untuk bakalan



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara mengatasi murai macet"

Posting Komentar